Sabtu, 08 Mei 2021

Kauwasa Kembali Berbunga

RHD. Kauwasa (Mucuna pruriens) ada yang menulisnya dengan Kahuasa merupakan salah satu koleksi tanaman di Rumah Hijau Denassa (RHD) yang mulai dikembangkan sejak 2009 silam. Awalnya agak kesulitan menanam tumbuhan ini, beberapa kali kami tanam belum bisa tumbuh dan berkembang dengan optimal. Setelah 2017 baru kemudian mendapat hasil yang baik.

RHD. Bunga Kauwasa (Mucuna pruriens) di Sawahku (07.05.2021)
 

Membutuhkan ruang terbuka dan media merambat agar bisa berkembang dengan baik, jenis tanah pun tempat tumbuhpun sebaiknya sesuai. Tahun 2009 hingga 2014 kami beberapa kali mengalami gatal saat memindahkan atau mengambil buahnya di hutan atau spot tumbuhnya.

Tanaman ini salah satu jenis yang lazim kami kisahkan saat diajak berbagi tentang tumbuhan. Karena dijadikan salah satu media perjuangan di masa revolusi penjajahan. Karena sering menceritakan dan hampir tiap tahun berburu untuk dikembangkan, sampai ada pernyataan 'Biarlah Denassa menyelamatkan tanaman seperti Kauwasa saja' di tahun 2012.

Tumbuhan ini salah satu yang tidak disenangi, dan sangat jarang ada yang berminat menanamnya, yang ada jika ditemukan tumbuh di kebun, tegalan, apalagi dekat rumah segera dicabut atau dibabat karena menyebabkan gatal khususnya bulu pada buahnya yang mulai mengering. Bahkan daunnya juga dianggap penyebab gatal, meski pengalaman kami daunnya sebenarnya tidak menimbulkan gatal.

Kawuasa belum diketahui saja manfaatnya bagi masyarakat luas, demikian yang saya yakini seperti halnya beberapa jenis tumbuhan yang belum disukai dalam pandangan masyarakat bagi kami. Dengan mencari tahu mabfaatnya maka kita bisa mengajak masyarakat berdamai dengannya. Menemukan manfaatnya harus diawali dengan menyelamatkan atau minimal menjaga jenis ini tetap ada. Maka kami selalu bersemangat dengan Kawuasa dan jenis-jenis lain yang inginnya dibuang saja.

Pandangan kami ini terbukti, ternyata Kawuasa selain jadi bagian dari sejarah perjuangan orang tua kita melawan penjajah (maaf saya tidak ceritakan disini, biasanya kami kisahkan saat memperkenalkan keanaragaman hayati, ceritanya juga telah dimuat di Harian Kompas,  Sosok,  Edisi Minggu 2014), Biji atau polongnya bisa dikonsumsi dan juga berkasiat.

Alhamdulillah, tanaman Kawuasa yang ada di Sawahku kembali berbunga periode ini. Kami telah dokumentasikan sejak April lalu. (Denassa)